30 January, 2018

#37 Yuk Sekolah di Madrasah.....



Bagi saya pendidikan agama sangat penting. Menanamkan ajaran agama sedari kecil itu adalah kewajiban. Sayapun memasukkan anak saya di Madrasah Ibtidaiyah (MI), bukan sekolah yang lain. Hal yang sama juga saya dapatkan saat kecil dulu. Saya dulu sekolah di Madrasah Diniyah Islamiyah Muhammadiyah Banjarmasin. 


Di sekolah agama, porsi pelajaran agama jauh lebih besar. Ada mata pelajaran Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Al-Qur’an dan Hadist, Bahasa Arab, Fiqih, Baca Tulis Al-Qur’an, Kaligrafi, dan lainnya. Tentu ini pelajaran ini tidak semuanya kita dapatkan di sekolah umum. Kelak ilmu-ilmu ini akan bekal mereka ke depan. Saya sendiri sudah merasakan saat ini. Sebagai contoh adalah bahasa arab. Meski pasif, saya masih bisa memahami beberapa makna kata bahasa arab. Yang lain adalah kaligrafi. Saya masih lancar menulis salah jenis khat arab.

Yuk.... mari kita masukkan anak-anak kita ke sekolah berbasis agama. Agar mereka mendapatkan bekal ilmu agama yang mumpuni. Belajar mengaji, belajar sholat, belajar akhlak yang baik dimulai dari kecil. Mungkin saja sebagian dari kita sebagai orang tua tidak sempurna dalam memberikan ajaran agama, salah satunya karena kesibukan kerja. Perkara setelah dewasa mau menekuni di bidang apa saja, tidak menjadi persoalan lagi. Karena akhlak dan pribadi mereka telah terbentuk dengan baik. Hal ini pula yang menjadikan mereka kuat dalam menatap derasnya era digital yang semakin mengglobal. Karena agama tetap menjadi pegangan hidup.

29 January, 2018

#36 Di atas Langit Masih ada Langit


Diri ini hanya butiran pasir, di antara batuan cadas dan besar. Setelah mengikuti Workshop penulisan akhir tahun 2017 kemaren, karya teman-teman sangat luar biasa. Tak sebanding dengan diri ini. Akhirnya kita sadar, di atas langit ada langit. Tulisan saya selama ini tak ada apa-apanya. Hanya lah seujung kuku jika dibandingkan dengan tulisan peserta lain. Ada yang telah menelurkan berbagai buku. Ada yang telah mengirim 70-an opini hanya dalam jangka 2 tahun. Ada lagi penulis blog dengan 270 postingannya. Ada pula penulis aktif media online. Beuh... luar biasa.

Hikmahnya, semoga diri ini semakin termotivasi. Teman-teman adalah inspirasi. Semangat baru. Membuka jendela dan wawasan bahwa dunia ini tidak hanya di Kalimantan Selatan, tempat saya bekerja selama ini. Dengan menulis mereka jadi eksis. Selamat buat teman-teman peserta Workshop Menulis Opini yang diselenggarakan oleh Bagian Humas BPS. Saya bangga menjadi bagian dari mereka. Menulis untuk BPS kita tercinta. #MenulisAsyikBPS

27 October, 2017

#35 Tiga Tulisan Terbaik



Oleh Abdurrahman

                                                   (Sumber Ilustrasi: www.danikaizen.com)


Berikut ini adalah 3 tulisan terbaik yang dipilih oleh Narasumber Bpk. Toto Fachrudin, Pemred Radar Banjarmasin dalam acara Capacity Building Penulisan Ilmiah Populer pada tanggal 10 Oktober 2017 di BPS Provinsi Kalimantan Selatan. Saat itu Narasumber meminta sekitar 60 peserta yang hadir untuk menulis tentang apa saja dalam tulisan singkat. Menurut beliau ketiga penulis di bawah, memiliki bakat dalam menulis. Tinggal dikembangkan saja agar menjadi penulis hebat. Namun sayangnya, kita tidak tahu siapa saja empunya tulisan tersebut, sebab tidak dicantumkan nama penulis dalam selembar kertas yang diisi. Btw, selamat kepada ketiga penulis tersebut.........

Tulisan 1:
Bahagia Itu Sederhana
Bahagia itu sederhana. Anda bertemu orang dan memberikan senyuman, lalu Ia membalas senyuman Anda, itu sudah cukup membuat kita bahagia. Anda bisa berkumpul bersama orang-orang tercinta, juga membuat kita bahagia. Nikmat sehat yang Anda rasakan, lalu bisa melakukan aktifitas sehari-hari juga dapat membuat kita bahagia. Maka jaga terus, agar kita selalu bahagia. Terkadang kita lupa untuk bahagia, karena kita mengabaikannya.

Tulisan 2:
Tulis saja
Menulis menjadi hal yang sering ditakutkan oleh beberapa orang. Bagaimana tidak, kumpulan huruf-huruf yang terangkai itu bisa jadi sangat ditunggu maknanya untuk orang lain. Deretan kata itupun juga sangat berdampak pada penulisnya. Sebut saja menulis laporan. Bukankah karir kita bisa bergantung padanya?. Apalagi jika yang kita tulis adalah fenomena, kepentingan orang lain bisa saja terbawa dan dipertaruhkan dalam tulisan kita.
Pagi ini, dalam capacity building kepenulisan populer BPS Kalsel, 60 pegawai BPS kembali disadarkan bahwa menulis adalah senjata. Dengan amunisi data dan fenomena daerah yang sudah setiap hari dirasa, sudah saatnya kita mulai berkarya melalui tulisan-tulisan kita. “Tulis Saja”. Begitu ujar ibu Kepala dan Bapak Narasumber pertama pagi ini. Ya,... Tulis saja.

Tulisan 3:
Mau dikemanakan hari ini?
Diberi kesehatan sudah. Diberi berkah sudah. Lalu mau dibagaimanakan hari ini? Tergantung dari niat. Kemudian hasil akan mengikuti. Niatkan untuk selalu belajar dan beribadah. Contohnya hari ini. Kegiatan yang memang ditujukan untuk belajar, tidak akan menjadi pelajaran apabila tidak niat belajar. Tapi kegiatan rutin sehari-hari lain akan menjadi pelajaran apabila diniatkan untuk belajar. Begitu juga ibadah. Rutinitas sholat tak akan bernilai ibadah jika tidak diniatkan ibadah. Tapi rutinitas seperti makan akan menjadi ibadah jika diniatkan ibadah. Jadi tergantung kita, mau dibagaimanakan hari ini?